Pencurian!
Elisabeth
POV
“Hmm
makanan ini lezat sekali! aku ingin tahu bagaimana cara membuatnya, supaya mama
bisa buat hehehe.” Oceh Sintha di pagi, hari saat ini kami sedang menikmati
sarapan dan masih berada di inggris.
“yayaya
terserahmu sajalah Sintha, ini sudah hari yang 10 kita berada disini.” Ucapku
sambil meminum susu hangat.
“yeah
sudah hari yang ke-10
sih, tapi kita enggak menemukan sesuatu yang amazing disini, kayak misteri gitu.” Kata
Kintan yang sedang memakan roti bakarnya.
“Bagus
donk Kin, kita jadi bisa menikmati liburan dengan santai dan happy!” balas Sintha santai, dan Kintan hanya bisa melotot
melihatnya.
Sesudah
selesai makan, kami berjalan mengelilingi London, dan bergegas menuju kereta
api bawah tanah. Tiba-tiba ada orang yang berlari dan menyenggol Kintan, “what the!?”
kata Kintan yang terkejut.
Belum
juga 1 menit datang kejutan lainnya... ada orang yang menginjak dan melompat
pergi di bahu Kintan, orangnya seperti kurcaci, “Kyaaa!” kali ini Kintan
berteriak sangking kagetnya, karena disini banyak orang, jadi teriakan Kintan
tak terdengar.
Tanpa
basa-basi lagi,
akupun lari dengan kecepatan maksimal membuntuti orang yang berlari dan
menyenggol Kintan tadi untuk mencari tahu infonya. Kelihatannya dia tadi di kejar sih kurcaci! Tanpa kusadari, Sintha dan
Kintan berusaha untuk mengejarku, dan aku mendengar suara samar-samar yang
berkata,
“Elisabeth tunggu kami!” namun diriku terus menyuruhku untuk berlari makin
kencang membuntuti mereka.
Akhirnya
manusia itu berhenti disuatu tempat rahasia, akupun bersembunyi dari
hadapannya, manusia itu kelihataannya ketakutan dan berulang kali memalingkan
kepalanya berusaha mencari seseorang. Lalu 5
menit berlalu, sekarang orang
itu bisa mengeluarkan nafas lega dari
mulutnya. Namun pada saat itu pula bunyi notifikasi
berbunyi dari handphoneku.
“siapa
disana!?” teriak lelaki itu.
Diapun
berjalan menuju ke tempatku, aku sudah harap-harap cemas saja dari tempat
persembunyianku, dia makin dekat... makin dekat... makin dekat... dan...
“Aha
tertangkap kau! Bagi seorang pencuri,
tidak boleh meninggalkan saksi utama yang melihatku dengan sangat jelas,
jadi... kurasa aku harus membunuhmu.” Kata pria itu, eh lebih tepatnya pencuri
itu, diapun mengayunkan pistolnya kearahku.
Aku
tak tahu apa yang terjadi detik berikutnya,
semuanya berjalan sangat cepat. Pertama,
Kintan dan Sintha berhasil memukul bagian belakang pencuri tersebut dengan
tongkat kayu yang entah dari mana mereka mendapatkannya, yang jelas itu membuat
pria itu pingsan. Kedua,
sebelum pria itu pingsan, dia
berhasil menarik pelatuknya yang menuju kearahku,
namun pelurunya meleset kearah tembok berkat seorang kurcaci perempuan yang
tadi menginjak bahu Kintan. Ketiga,
akupun selamat dan pencuri itu dibawa ke kantor polisi terdekat.
Rupanya pencuri itu berhasil mencuri salah satu dari 5
kalung termahal di dunia, kalung itu adalah Heart Of The Ocean yang harganya sekitar 260 miliar. Yah, kamipun jadi terkenal karena
para reporter berdatangan untuk memfoto kami serta kalung yang mahal sedunia
tersebut. Dan kami mendapat banjir
pujian dari publik dan dari para polisi. Walau begitu,
kami merasa gak iklas menerima pujian
tersebut, lantaran yang menyelamatkan
kalung itukan sang kurcari, kenapa malah kami yang dipuji?
Sewaktu
kami tiba di rumah dan berada di kamar kami ada sesuatu berbicara dari balik
kantong bajuku, “Ulurkan tanganmu!” kata suara yang kecil tersebut.
Dan
lihat! Yang keluar adalah seorang kurcaci perempuan yang manis dan cantik
sekali! Setelah memperkenalkan diri bahwa namanya adalah Elly The Elf, kamipun
bercakap-cakap selama 30 menit. Lalu Elly meminta undur diri karena sudah waktunya dia pulang ke
rumahnya, setelah berpamitan Ellypun pergi menjauh hilang dari pandangan kami.
“Hari
yang menyenangkan.” Kataku yang barada di ranjang tempat tidurku, memang ini
sudah malam, kami harus segera tidur.
“hari
yang bikin deng-deng!” lanjut Sintha.
“hahaha,
hari yang indah juga bisa bertemu Elly si The Elf! Udah ah selamat tidur
semua... ” balas Kintan yang menutup percakapan dan mematikan lampu, dengan
begitu berakhirlah cerita hari ini dan selamat tidur para pembaca! Sampai jumpa
nanti... bye!
Tags:
Cerita

0 komentar