Labirin
Elisabeth
POV
“Hosh...
Hosh... Hosh...”
bunyi nafasku yang menderu kencang, aku tengah berada di tengah hutan!
“Astaga,
aku sudah kelelahan! Betul kata Ayahnya Kintan,
tempat ini seperti labirin... seharusnya aku mengikuti ayah Kintan dan yang
lainnya.” kataku sambil duduk dan bersandar di dinding labirin itu, setelah beristirahat
5 menit aku berjalan lagi, berputar-putar di tempat yang sama.
Sebelum
aku terjebak di labirin ini,
aku masih berada di istananya Kintan yang megah sekali. Yeah aku masih berada di
London, ibu
kota Inggris. Dan ini
sudah hari yang ke-5
semenjak aku dan sahabat-sahabatku datang kesini.
Pagi
ini ayah Kintan pulang dan bercakap-cakap bersama kami, dia bilang dia baru
saja membeli sebuah labirin yang rumit sekali! Dan dia akan merenovasi labirin
yang terletak di dalam hutan ini,
(tapi masih zona aman) menjadi tempat wisata yang menarik banyak orang.
“kalau
kalian mau melihat tempat itu, ikutlah bersamaku. Karena aku akan kesana untuk mengecek tempatnya dan melihat apa saja
yang harus di perbaiki. Kalian mau?” begitulah tanya Mr. Parker pada kami, dan
langsung di setujui oleh kami.
Yak, memang labirin ini sangat
rumit! Sampai Mr. Parker saja
mengingatkan kami jangan pergi kemana-kemana karena bisa tersesat.
“huh
ini semua karena aku... andai saja aku tak melihat bunga yang cantik dan cerah
itu, kurasa aku masih berada di
rombongan. Tapi apalah
daya,
sekarang sudah waktunya makan siang! Sudah jam 1 siang, berarti sudah 1 jam aku
berada di labirin ini.” Ocehku karena kesal pada diri sendiri.
“kriing...
kriing... kriing...” bunyi suara teleponku yang langsung ku sambar dari kantong
celanaku, oh rupanya yang meneleponku adalah Sintha.
“Elis
kamu dimana? Kamu baikkan?”
“Iya
Sin aku baik kok! Aku lemes nih... cokelat yang tadiku bawa udah habis, dan
sekarang aku keroncongan.” Kataku menjawab pertanyaan Sintha.
“hmm
disitu ada internet gak?” tanya Sintha lagi.
“gak.”
Jawabku santai.
“Astaga
kamu ini bikin kesel! Kamu ingat caranya keluar dari labirin dengan menggunakan
metode
wall
followerkan?” omelnya yang seketika itu membuat semangatku kembali.
Aku ingin menjelaskan
sedikit tentang metode wall follower, Metode ini juga dikenal dengan aturan tangan kanan (right-hand rule) atau aturan
tangan kiri (left-hand rule). Metode ini merupakan kombinasi dari algoritma
runut-balik (backtracking) dan algoritma greedy. Metode ini akan mencari jalan
sesuai dengan dinding labirin, baik itu ke kiri maupun ke kanan. Maka ini akan
mengulas tentang penggunaan metode wall follower untuk menemukan jalan keluar
dalam sebuah labirin.
Yey akhirnya aku
keluar juga! Aku bisa bertemu Kintan dan Sintha lagi, oya aku juga akhirnya
bisa makan hidangan yang banyak dengan lahap, maklumlah tenagaku sudah terkuras
dari tadi. Okeh sampai sini dulu ya ceritaku, see you tomorrow bye!

0 komentar