Istana Bawah Laut
Hai semua perkenalkan namaku Elisabeth! hari ini aku akan
berangkat ke sebuah lautan bersama kedua sahabatku yang bernama Kintan dan Sintha,
wih udah gak sabar aja aku ini menunggu ibu siap memandikan adikku hihihi...
semoga disana gak ada yang aneh-aneh ya? Kayak megalodon gitu! lah kok malah
kebayang film The Meg sih!? Hahaha udahlah sepertinya ibu sudah memanggilku.
***
Wuah akhirnya aku sampai juga ketempat Kintan, dia sudah
menungguku bersama Sintha,
“Wah maaf ya teman-teman, tadi aku mungguin ibuku mandikan adekku dulu.” Ucapku karena memang aku sudah terlambat 15 menit.
“Wah maaf ya teman-teman, tadi aku mungguin ibuku mandikan adekku dulu.” Ucapku karena memang aku sudah terlambat 15 menit.
“Iya deh, gak papa yang penting kamu nyampek ya kan Tan?”
jawab Sintha memaafkanku.
“Iya, yaudah yuk jalan kasihan pak supirnya dari tadi dah
nungguin kita.” Kata Kintan pula.
Lalu kamipun berangkat.
***
Di perjalanan kami melihat banyak pemandangan yang indah,
karena kami melewati pedesaan kami jadi bisa melihat beragam macam kesibukan dan
keindahan di pedesaan, salah satunya saat melihat sapi belanda yang sangat
cantik! Memang sih kami melewati pambrik susu
sapi belanda, tapi untuk sampai kesini sapi-sapi belanda itu mesti di
improt dulu, kayak perumahan Mercy yang di medan itu lho! Okelah sepertinya
sebentar lagi kami akan sampai, sekitar 30 menit lagi
“Ih, itu mah masih lama Beth!” kata Sintha yang diam-diam
melihat aku mencatat diaryku.
“Ahk kamu ngintip Sin!” kataku sambil berusaha
menyingkirkan mukanya dari bukuku, dan akhirnya kami jadi berantam deh wkwkwk.
“Ehy udah woi! Dah mo sampe kok malah berantam sih? Ih aku
bilang udah Sin, Beth, hei denger gak sih aku ngomong!?” kata Kintan yang
berusaha melerai kami walau kamipun tak mendengar omongannya, namun akhirnya
Kintan berhasil melerai kami, dan kamipun tertawa bersama melihat tingkah kami
yang tadi berantam tanpa sebab, yah begitulah bersahabat itu boleh berantam tapi
harus tetap bersama hihihi.
***
Bau air laut sudah mulai tercium di hidung kami, rasanya
mau langsung nyemblung aja deh hahaha, kami memang sudah nyampe ketempatnya
tapi masih harus berjalan ke tempat villa milik Kintan, Kintan memang si
jagonya kalau soal kekayaan... namun kami berteman dengan Kintan bukan karena
itu, yang kami pikirkan sewaktu pertama kali berjumpa dengannya adalah
persahabatan dan persamaan hehehe.
“Yey akhirnya sampai!” kataku dan Sintha serempak, Kintan
hanya bisa berkacak pinggang melihat kami nakalnya minta ampun.
Kamipun berlari dengan kencang menuju villa untuk segera
menukar pakaian kami menjadi pakaian renang, dan hup Kamipun siap! And of
course langsung nyempluk ke luat tanpa mikir lagi hahaha begitulah anak-anak
walau kami sudah berusia 14 tahun, kamipun bermain air di zona aman selama 1
jam, lalu bergegas kedarat untuk makan dan mengganti pakaian, setelah selesai
makan kami langsung menuju perahu yang sudah di tunggu oleh seorang pria
jangkung yang tugasnya mendayung perahu.
***
“Hmm, ini baru namanya laut” kataku sambil menghirup bau
laut yang wangi.
Saat ini kami sedang berada di tengah laut, Sintha sedang
memotret lautan lalu tiba-tiba kameranya jatuh ke laut.
“Tidakk kameraku,” kata Sintha yang tanpa pikir langsung
nyempluk ke laut yang bukan zona aman.
“Tidak! Sintha...” teriak ku dan Kintan serempak, lalu
Kintan juga mau langsung nyempluk untuk menyelamatkan Sintha tapi di halangi
oleh mas jangkungnya.
“Kamu jangan ikutan juga donk, nanti kalian 2 kenapa-napa
gimana?” kata mas jangkung.
Kintan hanya bisa melongo menatap mas jangkung tersebut,
“Trus anda mau sahabat saya mati gitu?”
“Bukan gitu Kin, masnya bilang entah kamu bawa snorkel dan
kaca mata gitu.” Jawabku mencegah Kintan makin marah.
“Nah itu maksut saya neng.” jawab Masnya dengan lega.
***
Kamipun berada dalam laut mencoba mencari Sintha dengan
Snorkel dan kaca mata, setelah mencari selama 5 menit akhirnya kami menemukan
Sintha yang terpelongo entah melihat apa.
“Aduh Sint! Kamu kok bisa bertahan sih? ini snorkel dan
kaca mata tuk mu.” Kata Kintan lega.
“Kalian tak lihatkah?” kata Sintha histeris sambil memegang
kamera yang berhasil di temukannya, sedetik kemudian kamipun melihat istana
yang dulu kalau masih di rawat akan terlihat cantik sekali sekarang istana itu
sudah tua dan rapuh.
“Oh my god! Are you kidding me? Its true? Castle?” tanyaku
tanpa henti.
“What you waiting for? Coming and look here.” teriak Sintha
dari dalam istana, rupanya selagi aku dan Kintan terpelongo dia sudah masuk
deluan.
![]() |
| sumber: colnect.com |
Wah istananya luar biasa cantik, kamipun mengelilingi
istana itu sambil sesekali memasuki rumah-rumah disitu.
“Wewww liat, aku dapat koin nih! Tahun 1869, kayaknya sudah
lama sekali.” Teriakku memanggil para sahabatku.
“Mana!” seru mereka serempak yang membuatku hampir jatuh.
“Huh andai saja kameraku masih bagus dan membawa pelastik
anti air, aku pasti bisa memotret semua hal yang indah ini.” Keluh Sintha.
“Oh aku bawa nih handphoneku, dan udah ku kasih pelastik
anti airnya di hpku. Nih kalau kamu mau motret...” kata Kintan yang tangannya
bergerak mengambil hpnya dari dalam kantong, lalu kamipun berkeliling sambil
mencari barang-barang yang langka.
Waktupun berlalu selagi kami berada di dalam laut, sekarang
sudah jam 4 sore, tak terasa sudah 3 jam
kami bermain di dalam laut, sekarang waktunya untuk kedaratan, ketika kami
sampai di atas laut kami melihat mas jangkung tertidur nyenyak diatas perahu
terapung-apung di permainkan air.
“Huh dasar pemalas! Nanti akan ku minta ayahku
memecatnya... bukannya mengkhawatirkan kita malah tertidur nyenyak.” Omel
Kintan marah-marah.
“Sudahlah Tan, dia mungkin sudah mengkhawatirkan kita tapi
karena kita tak kunjung datang dia jadi mengantuk.” Kataku menenangkan Kintan,
Kintan memang gitu orangnya gampang emosian.
Kamipun sampai ke villa dengan berenang dan berjanji untuk
datang kesini lagi kalau punya waktu libur, kami juga merahasiakan tempatnya
karena kalau bisa bocor tempatnya akan dijadikan tempat wisata, dan nanti
orang-orang akan berdatangan sehingga tempat bersejarah tersebut bisa rusak di
ombar-ambir orang-orang yang memikirkan harta.
Tibalah waktunya untuk tidur, kamipun bermain monopoli
sebentar lalu tidur, pengalaman kami hari ini sungguh menakjubkan! Dan tentu
saja takkanku lupakan...
![]() |
| http://ichef.bbci.co.uk/wwfeatures/wm/live/1280_720/images/live/p0/22/l8/p022l877.jpg?fbclid=IwAR3LvX2tRpxmEG9LXa8W8CbNPMmkwU-bC96jzlpPs0gaiYqztNDsV_BOnJI |
Tags:
Cerita



0 komentar